Ketimpangan Fasilitas Pendidikan di Pedalaman dan Pesisir, Dewan Minta Pembangunan Sekolah tak Lagi di Kota

img

Anggota Komisi I DPRD Berau, Thamrin (kiri). (foto:sep/fn)

 

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Ketimpangan fasilitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil di Kabupaten Berau kembali menjadi perhatian Wakil Rakyat Bumi Batiwakkal. Bahkan sejumlah sekolah di kawasan pedalaman dan pesisir masih menghadapi berbagai keterbatasan sarana dasar yang dinilai dapat memengaruhi kualitas proses belajar mengajar.

 

Anggota Komisi I DPRD Berau, Thamrin, menilai perencanaan pembangunan sektor pendidikan di Kabupaten Berau masih perlu diperkuat secara menyeluruh, terutama terkait pemerataan pembangunan fasilitas sekolah agar tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan.

 

Menurutnya, masih terdapat kesenjangan sarana pendidikan yang cukup terlihat antara sekolah di kawasan kota dengan wilayah pesisir maupun daerah pedalaman seperti Kecamatan Kelay.

 

“Sangat ironis Pendidikan itu penting. Pembangunan fasilitas pendidikan harusnya dapat direncanakan secara lebih terarah agar tidak terpusat di wilayah perkotaan saja,” ujarnya.

 

Thamrin mengatakan, sejumlah sekolah di wilayah terpencil hingga saat ini masih menghadapi keterbatasan fasilitas penunjang pendidikan dasar. Kondisi ruang kelas yang kurang layak, minimnya sarana sanitasi, hingga keterbatasan rumah dinas guru menjadi persoalan yang masih banyak ditemukan di lapangan.

 

Menurutnya, kondisi tersebut dapat berdampak langsung terhadap kenyamanan proses belajar mengajar sekaligus memengaruhi kualitas pendidikan di daerah terpencil.

 

Ia menilai, pembangunan pendidikan tidak cukup hanya dilakukan melalui pembangunan fisik di kawasan perkotaan, tetapi juga harus menyentuh kebutuhan sekolah-sekolah di wilayah yang selama ini masih minim perhatian.

 

“Kita tidak ingin ada ketimpangan terlalu jauh antara sekolah di kota dan di pedalaman. Semua anak harus mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak,” katanya.

 

Selain itu, Thamrin menegaskan bahwa persoalan pendidikan di wilayah terpencil bukan semata-mata terkait keterbatasan anggaran daerah. Menurutnya, masalah utama juga terletak pada sistem pemetaan kebutuhan sekolah yang dinilai belum berjalan maksimal.

 

Karena itu, ia meminta penyusunan anggaran pendidikan dilakukan secara lebih cermat dan benar-benar berdasarkan kebutuhan riil di lapangan agar pembangunan fasilitas sekolah dapat tepat sasaran.

 

“Penyusunan anggaran harus dilakukan secara lebih cermat agar kebutuhan sarana pendidikan dapat terpenuhi secara merata. Yang kami inginkan adalah menentukan anggaran yang tepat agar kebutuhan fisik sekolah dapat dipenuhi,” tambahnya.

 

Ia juga mendorong pemerintah daerah agar lebih proaktif melakukan pemetaan kondisi pendidikan secara langsung ke lapangan dan tidak hanya mengandalkan laporan administratif dari dinas terkait.

 

Menurutnya, aparatur teknis perlu turun langsung melihat kondisi bangunan sekolah, fasilitas penunjang, hingga kebutuhan tenaga pendidik di masing-masing kampung agar perencanaan pembangunan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

 

“Evaluasi menyeluruh terhadap perencanaan pendidikan ini perlu segera dilakukan. Pemerintah daerah juga jangan hanya menunggu usulan dari dinas terkait tetapi juga melakukan langkah proaktif untuk memetakan kebutuhan yang sesuai di lapangan,” tuturnya.

 

Thamrin menyebut masyarakat di kawasan pesisir dan pedalaman saat ini sangat berharap adanya percepatan pembangunan fasilitas pendidikan, terutama bagi sekolah-sekolah yang masih kekurangan ruang belajar mengajar dan sarana dasar lainnya. Ia menilai, pemerataan pembangunan pendidikan menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Berau.

 

Menurutnya, apabila fasilitas pendidikan dapat dipenuhi secara merata hingga ke wilayah terpencil, maka peluang menciptakan generasi muda yang unggul dan mampu bersaing di masa depan juga akan semakin besar.

“Perencanaan pendidikan yang lebih merata dan tepat sasaran ini menjadi kunci penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah, sekaligus mendukung terciptanya generasi yang lebih unggul di masa depan,” pungkasnya. (sep/FN/Advertorial)